Kubu Raya post author Kiwi 06 September 2026

Misi OMC Berbuah Hujan, Pesawat Cassa dan Cessna Dikerahkan dari Lanud Supadio

Photo of Misi OMC Berbuah Hujan, Pesawat Cassa dan Cessna Dikerahkan dari Lanud Supadio

KUBU RAYA, SP – TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Misi penyemaian awan tersebut dilaksanakan dengan mengerahkan pesawat dari Lanud Supadio, Sabtu (5/9/2026).

Dalam pelaksanaan OMC kali ini, pesawat Cassa A-2117 dari Skadron Udara 4 dikerahkan untuk melaksanakan misi penyemaian bahan ke wilayah sasaran. Dalam satu sortie penerbangan, operasi berjalan lancar dan berhasil memicu turunnya hujan di wilayah sasaran.

Komandan Lanud Supadio, Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., mengatakan pelaksanaan OMC merupakan salah satu upaya strategis yang dilakukan secara terpadu untuk membantu mengatasi ancaman Karhutla di Kalimantan Barat.

“OMC ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk membantu meningkatkan curah hujan di wilayah yang membutuhkan. Alhamdulillah, misi hari ini berjalan dengan baik dan menghasilkan hujan di wilayah sasaran,” ujar Sidik.

Menurutnya, dukungan operasi udara tidak hanya dilakukan melalui pelaksanaan OMC, tetapi juga dengan memastikan kesiapan unsur dan sarana pendukung di Lanud Supadio sehingga setiap misi dapat dilaksanakan secara optimal.

“Lanud Supadio siap memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian operasi udara dalam penanganan Karhutla. Kita terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar setiap upaya yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata di lapangan,” katanya.

Dukung Pembasahan Wilayah Rawan Karhutla

Pelaksanaan OMC menjadi bagian dari strategi penanganan Karhutla dengan memanfaatkan kondisi atmosfer untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan. Curah hujan yang dihasilkan diharapkan dapat membantu membasahi lahan, terutama wilayah yang rawan maupun terdampak kebakaran.

Danlanud menegaskan, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla di darat.

“OMC bukan satu-satunya upaya. Ini harus berjalan bersama dengan pemantauan, pencegahan dan penanganan kebakaran di lapangan. Karena itu, koordinasi dan sinergi antarlembaga menjadi sangat penting,” tegasnya.

Lanud Supadio juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait dalam mendukung operasi penanggulangan Karhutla di Kalimantan Barat. Dukungan penerbangan dan kesiapan personel menjadi bagian dari kontribusi TNI AU dalam membantu pemerintah mengendalikan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Dengan adanya hujan hasil pelaksanaan OMC, diharapkan kondisi wilayah yang sebelumnya kering dapat menjadi lebih basah sehingga potensi meluasnya Karhutla dapat ditekan.

“Harapan kita, hujan yang turun dapat membantu membasahi wilayah-wilayah yang rawan sehingga potensi kebakaran bisa diminimalkan. Kami akan terus mendukung upaya bersama dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Barat,” pungkas Sidik. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda